Ayu Pramitha Wulandari

Hari ini hari apa? Hari Kamis. Hari ini tanggal berapa? Tanggal 31 Mei 2012. Bukan itu maksudnya, bener sih hari ini hari kamis tanggal 31 Mei 2012. Tapi, hari ini adalah hari bersejarah buat masyarakat dunia. Kenapa? Hari ini “Hari Tanpa Tembakau Sedunia” atau “World No Tobacco Day” dan lagi diperingati di seluruh dunia sekarang.
Kenapa sih aku bilang hari ini bersejarah banget? ini alesannya.Cekidot Gan
Buat kalian para pembaca yang kebetulan lewat blogku trus ga sengaja baca tulisan ini. Semoga tulisan ini bikin kalian yang awalnya ga tau jadi tau bahkan sadar dan mau membantuku dengan melakukan aksi nyata.
Kawan-kawan sekalian, sebelum masuk ke topik inti yang hari ini kutulis, aku mau ngasih pembuka dikit nih. Sebagai anak muda (kalo kebetulan yg baca anak-anak muda), buat semuanyalah. Kita harus kritis terhadap segala sesuatu, karena ini jamannya ilmiah,jaman teknologi canggih, segala akses informasi bisa didapat dengan mudah. Harap tidak menelan mentah-mentah (gampang percaya) pada setiap informasi yang kalian terima, karena kalo kita gampang percaya terhadap semua informasi yang ga kita klarifikasi kejelasannya, akhirnya jadi ikut-ikutan deh.
Sama halnya dengan “Hari Tanpa Tembakau Sedunia” ini. Kalo pembaca sekedar tau aja tapi ga kritis “tanya kenapa kok mesti diperingati, kenapa kok mesti tanpa tembakau dll” maka ga akan ada maknanya. Useless. Kalo ga mau dianggep ikut-ikutan, baca nih tulisan (hehe) dan semoga bisa memaknainya pada akhirnya.
Well, kita masuk ke topik utama sekarang. Tadi aku nulis “Kenapa sih kok hari ini tanggal 31 Mei 2012 bersejarah banget?” ini alesannya.
Berdasarkan website resmi World Health Organization (WHO), saat ini penggunaan tembakau menjadi penyebab kedua kematian global (setelah hipertensi),dimana 1 dari 10 orang dewasa di seluruh dunia meninggal akibat penggunaan tembakau. Yah, kita sama-sama taulah selama ini tembakau dipakai buat apa? ROKOK (ntar dibaca sendiri di websitenya ya kalo penasaran).
Jumlah orang yang meninggal karena rokok di seluruh dunia lebih dari 5 juta orang/tahun. Itu lebih banyak dibanding perang, kecelakaan dan bunuh diri digabung jadi satu.
(via isnidalimunthe)
Beberapa hari ini lagi rame berita kelulusan SMA, dimana-mana rame, di koran, TV, sampe jalanan pun rame dan macet akibat konvoi para muda-mudi yang lagi euforia karena dinyatakan lulus Ujian Nasional (UN).
Euforia boleh guys, tapi inget, perjuangan kalian belum selesai sampai disini. Masih ada ujian masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) yang harus kalian lalui (bagi yang ingin melanjutkan kuliah di perguruan tinggi negeri). Bagi yang sudah diterima melalui SNMPTN jalur undangan dan diterima di jurusan yang diinginkan, kalian boleh meneruskan euforia, tapi, bagi yang belum, jangan cepat puas dulu dengan pengumuman kelulusan UN ini, kalian masih harus harap-harap cemas menanti :).
Disini, aku mau sedikit berbagi dengan kalian yang baru aja lulus dan waktu online ga sengaja baca tulisan ini. Kali ini, aku mau menuliskan sedikit tentang Fakultas Kedokteran, jurusan pendidikan dokter umum.
Dari tahun ke tahun, dari sejak jaman aku dulu SMA dan dari tahun-tahun sebelumku, yang namanya Fakultas Kedokteran (FK) atau orang bilang Kedokteran Umum, selalu jadi top ten jurusan terfavorit di Indonesia. Banyak banget yang pingin masuk FK. Banyak motifnya, mulai dari “jadi mahasiswa FK keliatan keren, jadi dokter banyak duit, dokter kerjaan mulia dll, sampai yang terjelek, dipaksa ortu buat masuk FK” Alhasil, dari dulu waktu jaman saya daftar SNMPTN, yang namanya pendaftar FK itu ribuan, padahal kuota penerimaannya maks.cuma 100 (pengalaman pribadi)
Disini, kebetulan yang nulis tulisan ini anak FK, pingin berbagi dikit nih tentang FK baik ke teman-teman yang pingin masuk FK beneran, sekedar pingin ataupun yang cuma pingin baca, tapi ini pengecualian buat anak dokter karena pasti uda tau duluan FK itu kayak apa.
Sebelum teman-teman pembaca memutuskan untuk milih FK, sebaiknya berpikir dulu sampai mateng (99x kalo perlu), buat yang muslim, shalat istikharah dulu tiap hari di masjid, buat yang non-muslim berdoa dulu, ke gereja, pura, wihara tiap hari. Lebih baik lagi kalau sebelum milih, teman-teman uda mencari tau FK itu seperti apa.
Penulis bukan berniat bikin pembaca down, tapi tulisan ini semata-mata untuk menunjukkan jalan yang benar, menunjukkan seperti apa FK itu sebenernya, jangan sampai pembaca salah pilih nantinya. Penulis juga pingin lah punya penerus (adek-adek tingkat yang diterima di FK), kalau ga ada yang minat jadi dokter susah dong negara :).
Kok sampe segitunya? iya dong, karena orang-orang yang masuk ke FK adalah orang-orang terpilih. Jadi, saat teman-teman memutuskan untuk memilih Fakultas Kedokteran (Kedokteran Umum) berarti sejak awal teman-teman memilih untuk jadi orang-orang terpilih. Saat diterima sebagai mahasiswa FK, maka teman-teman pun harus sudah siap dengan semua konsekuensi sebagai mahasiswa FK.
Apa konsekuensi mahasiswa FK?
Guys, sebelum masuk ke inti tulisan ini, bagi kalian yang pingin jadi mahasiswa FK karena mau kaya, mending pindah jurusan lain, akuntansi misalnya, kalau form SNMPTN uda terlanjur diisi FK, mending diganti sebelum telat, kalau kalian mau masuk FK karena paksaan ortu, mending ortunya segera dikasih pengertian, daripada terlambat. Kalau kalian bukan orang yang betah belajar lama-lama, mending jangan daftar FK sebelum kalian menyesal karena udah terlanjur keterima dan shock.
Serius ini Gan,Folks! Kok serius?! ya iyalah, ini dia rahasianya.
Seperti yang sudah kutulis sebelumnya, mahasiswa FK adalah orang-orang terpilih. Dikatakan terpilih karena memiliki intelegensi diatas rata-rata (karena apa yang dipelajari di FK adalah manusia, makhluk yang unik dan kompleks), terpilih untuk jadi orang-orang yang akan meluangkan sebagian besar hidupnya untuk orang lain dibandingkan dirinya sendiri (pengabdian). Terpilih untuk menjadi seorang yang harus terus belajar, meng-update ilmu kedokteran seumur hidupnya.
Aku tuliskan ringkasan proses dari awal (menjadi mahasiswa baru) sampai jadi dokter. Kayak gini nih…
Jadi, setelah diterima dan menjalani serangkaian OSPEK (Pengenalan Kehidupan Kampus), mahasiswa FK itu belajar ilmu dasar yang mutlak dikuasai kalau mau jadi dokter, yakni Anatomi dan Fisiologi. Anatomi adalah ilmu yang mempelajari struktur dasar manusia, jadi tiap bagian tubuh, mulai bagian yang luar (kulit) sampai bagian dalam (organ), ada namanya. Nama-namanya pakai bahasa latin semua.
Lalu, setelah tau nama-nama anatomi tubuh manusia, mahasiswa FK juga mutlak harus menguasai fisiologi (fungsi tubuh) manusia. Nantinya, fisiologi itu dihubungkan sama penyakit (nama penyakit juga pakai bahasa latin). Terus juga harus belajar obat-obatan (nama-nama obat dan fungsinya). Jadi, kalau memang masuk FK karena memang dari hati, sesulit apapun materi yang harus dipelajari, akan terasa mudah dan gampang belajarnya.
Mahasiswa FK akan menjalani masa perkuliahan selama 3,5 tahun (istilahnya mahasiswa pre-klinik). Kemudian, memasuki masa perkuliahan di Rumah Sakit (istilahnya mahasiswa klinik/koass) selama 1,5 tahun. Jadi, mahasiswa FK harus kuliah selama 5 tahun sampai akhirnya mendapat gelar dokter.
Setelah mendapat gelar dokter, kalian tidak bisa langsung membuka praktik sendiri dirumah. Tapi, harus ikut Ujian Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI) dulu, setelah lulus, wajib internship (magang di puskesmas di daerah-daerah) selama 1 tahun, baru kemudian bisa memperoleh Surat Tanda Registrasi (STR) yang bisa digunakan untuk mengurus Surat Ijin Praktik (SIP). SIP ini nantinya sebagai bukti bahwa kalian sudah layak untuk buka praktik dan mengobati pasien kalian.
Oiya, saat wisuda dokter, para dokter disumpah (karena profesi ini menyangkut nyawa manusia) maka tidak boleh sembarangan dan diatur oleh Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI). Jadi, bila melanggar etik akan memperoleh sanksi.
Profesi dokter juga sangat identik dengan tuntutan. Bila sedikit saja kita melakukan kesalahan dan menyebabkan terjadinya sesuatu pada pasien (misalnya, bikin pasien kita meninggal atau koma), maka, bila keluarga pasien tidak terima, dokter yang merawat bisa dituntut sampai ke pengadilan.
Kalau kalian pernah baca berita di koran atau nonton televisi, terus ada headline news “Dokter Dihukum karena melakukan Malpraktik”. Tentunya sudah sering dengar. Agak serem ya?! Aku juga sebenernya ga ngerti atas niat apa seorang dokter sampai melakukan malpraktik, kalau dibahas bakal kompleks. Tapi, jika tindak malpraktik tersebut karena sejak awal masuk Fakultas Kedokteran niatnya tidak tulus, maka, akan sangat disayangkan. Kasihan nantinya pasien yang berobat pada dokter seperti ini.
“Pre Primum Non Nocere” yang artinya “First, Do No Harm” adalah sebuah tagline yang wajib dipegang oleh mahasiswa FK sebagai dokter nantinya saat sudah berpraktik maupun menjadi dokter di Rumah Sakit sehingga tidak sampai terjadi malpraktik atau hal-hal yang merugikan pasien. Jadi masih mau lanjut baca tulisan ini?
Kalau kalian sudah merasa desperate sampai disini, mending tidak dilanjutin bacanya, tapi bagi kalian yang memang masih berniat untuk menjadi mahasiswa FK, teruskan bacanya sampai selesai :)
Awal kali lulus dan menyandang gelar dokter, kita tidak langsung kaya. Saat internship kita memang digaji, tapi gajinya di bawah UMR (Upah Minimum Regional), jadi bagi yang niat masuk FK karena ingin kaya, seperti yang sudah kutulis “Mending pindah jurusan aja, kalian salah kalau mau kaya daftar FK”. Baru setelah kalian benar-benar dipercaya masyarakat dan banyak pasien yang berobat pada kalian, sedikit-sedikit kalian bisa menabung, tapi itu juga membutuhkan waktu (tidak langsung semalam langsung kaya).
Namun, profesi dokter adalah profesi mulia yang identik dengan aktivitas sosial. Sehingga bila kalian jadi dokter untuk mencari uang dari pasien kalian, mending jangan milih profesi dokter. Sebab, nantinya kemuliaan profesi dokter akan ternodai oleh kepentingan dan ambisi pribadi. Perlu kalian tahu bahwa sebagian besar masyarakat yang berobat ke dokter adalah masyarakat tidak mampu, jadi apa kalian benar-benar tega menguras uang pasien kalian sementara mereka sedang menderita karena sakit yang dideritanya.
Kalau kalian niat masuk FK untuk sekedar “biar dianggep keren”, mending ga daftar ya, soalnya seperti yang udah kutulis juga sebelumnya “Memilih jadi mahasiswa FK berarti memilih untuk menjadi pengabdi bangsa a.k.a pelayan negara, sebab, sebagian hidupnya didedikasikan untuk kepentingan orang lain (mengobati dan menyembuhkan orang sakit, jika ada panggilan gawat darurat harus segera ke Rumah Sakit, tidak peduli kalian lagi ada acara keluarga dll)”
Terakhir, jadi mahasiswa FK harus belajar seumur hidup, meng-update ilmu pengetahuan, mana yang dipelajari ga gampang lagi. Kalau kalian ga betah belajar lama-lama, mending jangan daftar FK, cari jurusan yang belajarnya ga lama-lama seperti yang udah kutuliskan sebelumnya. Bukan apa-apa, tapi, daripada kalian stress dan berhenti di tengah jalan. Sayang sekali kan, karena banyak yang berniat tulus ingin benar-benar jadi dokter, mengabdi pada bangsa, tapi belum beruntung bisa diterima di FK.
Oiya, satu lagi yang harus diingat, jadi mahasiswa FK itu juga harus mampu menyeimbangkan antara akademik dan non-akademik. Kita dituntut untuk aktif sebagai seorang mahasiswa (agent of change) tapi nilai akademik harus tetap bagus. Jika kita melihat sejarah, para inisiator gerakan pemuda dan berdirinya organisasi pemuda (seperti pendiri Budi Utomo) adalah mahasiswa FK (dr. Soetomo, dr. Wahidin Sudirohusodo). Tagline yang harus ditanam dalam-dalam pada diri seorang Mahasiswa FK adalah “mahasiswa hari ini dan dokter di masa depan”.
Aku disini memaparkan fakta yang terjadi karena aku banyak melakukan sharing dengan teman-teman (sejawat FK) sehingga tau banyak pengalaman yang dirasakan oleh rekan sejawat. Jadi, kuingetin lagi ya, sebelum memutuskan menjadi seorang mahasiswa FK, calon dokter untuk bangsa, pikirkanlah matang-matang dulu pilihan kalian.
Harapanku, semoga tulisan ini bisa membuka pikiran kalian akan image mahasiswa FK dan dokter. Dan bagi kalian yang mendaftar sebagai mahasiswa FK, semoga itu memang sebuah niat tulus dari kalian dan memang pilihan hidup kalian untuk menjadi seorang dokter. Sebab, “Dokter untuk Bangsa”
Semoga tulisan ini bermanfaat :)
Jadi, Anda (masih) Berminat dengan Fakultas Kedokteran (?)
Alhamdulillah. officially become a member of LAKESMA One Team One Family!
Seharusnya tulisan ini kutulis besok tanggal 21 April biar pas waktu momen peringatan hari lahir Ibu R.A.Kartini hehehe. Tapi, berhubung besok lagi di hutan, maka dari itu, tulisan ini kutulis sekarang.
Besok, tanggal 21 April, kita semua tentunya sudah tau kalo hari itu hari lahir sang pejuang emansipasi wanita di Indonesia, R.A. Kartini. Dulu waktu jaman saya SD, hari Kartini diperingati dengan menyelenggarakan lomba karnaval memakai baju-baju adat. Seru! dulu mungkin cuma sekolah-sekolah yang banyak berpartisipasi menyemarakkan peringatan hari Kartini. Tapi, sekarang, sebagian besar masyarakat pun turut berpartisipasi, misalnya menggelar lomba masak di kampung, yang sebagian besar pesertanya wanita (kalo di rumah saya gitu), institusi-institusi juga menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan peran wanita di dalamnya, bedandan ala Kartini, memakai kebaya seperti Kartini untuk memperingati kelahiran Kartini.
Banyak orang memperingati hari Kartini termasuk kita, tapi apa alasan kita memperingati Hari Kartini? Secara umum, sebagian besar orang termasuk kita tau bahwa Kartini merupakan pejuang emansipasi wanita. Tapi tau nggak sih sejarahnya gimana? Sebenernya apa emang bener nih emansipasi perempuan itu munculnya waktu Kartini? Kenapa kok Kartini begitu terkenal sebagai pejuang emansipasi perempuan?
Sebelum ngejawab pertanyaan diatas. Kita mesti ngerti dulu emansipasi itu apa sih (jangan sampe ikut-ikutan ngerayain Kartinian tapi ga ngerti emansipasi). Kalo buat anak SD, emansipasi jelas kata complicated yang susah dipahami hehe. Disini, untuk mempermudah pemahaman kita, biar anak kecil juga ngerti, sekalian ngulang pelajaran sejarah dari SD sampe SMA, aku nulis tulisan ini sekarang.
Intinya, emansipasi itu adalah persamaan atau penyetaraan. Apa yang disetarain? hak dan kewajiban antara laki-laki dan perempuan. Buat apa sih kok mesti ada penyetaraan antara laki-laki dan perempuan segala? pasti kita bertanya-tanya. Kalo dari sudut pandang perempuan, pasti bakal bilang “Ya haruslah ada kesetaraan. Kita toh sama-sama diciptain Sang Maha Pencipta, punya hak yg sama. Masa’ mau dijajah laki-laki terus?” Kalo dari sudut pandang laki-laki mungkin bilangnya beda “Buat apa ada kesetaraan segala, dimana-mana laki-laki itu punya hak yg lebih dari perempuan. Kalo ada kesetaraan, ntar perempuan malah ngelunjak”
Nah, lo! terus baiknya gimana ya?
Kebetulan, yg punya tumblr ini cewek. Tapi, berusaha seobjective mungkin mengemukakan pendapat mengenai emansipasi wanita. Biar ga menyinggung pembaca yang kebetulang cowok dan mampir disini. Semoga bisa.
Sebenernya, kalo dikritisi, emansipasi yg dimaksud disini bukan penyamaan yg artinya perempuan bener-bener sama haknya dengan laki-laki, tapi, lebih ke mengangkat derajat perempuan yg selama ini dianggap ga berharga dan ga bisa apa-apa, bisa menempati tempat yang layak di mata masyarakat (memperoleh kesempatan pendidikan, pekerjaan yg sama tanpa ada diskriminasi). Bukan dengan ada emansipasi, perempuan bisa melakukan pekerjaan laki-laki (menjadi tukang becak, sopir angkot). Tetap ada pembagian peran dan tempat yg wajar buat perempuan. Itulah emansipasi perempuan yg kupahami dari seorang Kartini.
Kalo kita ngeliat sejarah, sebenernya, emansipasi wanita itu uda terlihat sebelum masa Kartini. Waktu jaman kerajaan Majapahit, kerajaan yg terkenal menguasai hampir seluruh wilayah Asia Tenggara, ternyata di silsilahnya, ada 2 raja perempuan yg pernah memerintah, yakni Tribhuwanatunggadhewi (1328-1350) dan Kusuma Wardhani (1389-1429). Kemudian, jauh sebelum kerajaan Majapahit, ada kerajaan Kalingga yg juga dipimpin oleh perempuan, yakni Ratu Sima.
Terus muncul pertanyaan, emang bisa perempuan memimpin?bukannya cenderung subyektif (cenderung pake perasaan dibanding logika)?
Itu emang bener sih, perempuan cenderung menggunakan perasaan dibanding logikanya dalam memutuskan suatu hal. Kalo dijelasin pake kedokteran, secara anatomis, struktur otak perempuan di banding laki-laki emang beda. Kenapa laki-laki cenderung pake logika? karena di struktur otak laki-laki, ada yg namanya corpus collosum. Corpus collosum yg letaknya di cerebral hemisphere otak bagian depan (fungsinya logika, mikir) itu lebih tebel daripada perempuan. Memang sudah diciptakan oleh Allah kayak gitu hehe.
Tapi, ungkapan itu ga sepenuhnya benar. Ga semua perempuan seperti yg tersebut diatas (bukan pembelaan karena admin tumblr ini cewek) tapi mari dibuktikan dengan melihat sejarah. Kita lihat aja Ibu Kartini, dari sejarah yg aku baca, sebagai sesosok perempuan, beliau memang berhati lembut, tapi dia gigih berjuang saat melihat kaum perempuan pada jaman kolonial Belanda, hak-haknya tidak perdulikan. Perempuan, kalo kita baca sejarah, waktu jaman Belanda, ga dikasih kesempatan sekolah, beda ama laki-laki. Cuma dijadiin pemuas hawa nafsu, itu pun ga dikasih imbalan yg setimpal. Cuma dianggep “sesuatu” yg ga berguna. Intinya kayak dianggep “sampah”.
Kartini, yang kebetulan anak orang terpandang dan memperoleh kesempatan lebih dibanding rekan-rekannya, memikirkan hal ini (menggunakan logikanya/akal sehatnya), berupaya memperjuangkan emansipasi kaum perempuan dengan laki-laki. Sebenernya keinginan Kartini itu, perempuan mendapat tempat yg semestinya (seperti yg kutulis sebelumnya mengenai pemahamanku akan emansipasi perempuan R.A.Kartini).
Selain Kartini, masih ada lagi sih orang-orang yg menurutku cenderung ga pake perasaan dan logikanya jalan, yakni The Iron Lady (Margaret Thatcher) mantan Perdana Menteri Inggris, Yingluck Shinawatra yg sekarang Perdana Menteri Thailand, Hillary Clinton Menteri Hubungan Luar Negeri Amerika Serikat, Aung San Suu Kyi Perdana Menteri Burma, dr.Siti Fadhilah Supari mantan Menkes RI. Tapi, aku ga akan membahas satu-satu tokoh-tokoh ini karena fukus tulisan in di Kartini (ntar baca aja ya buku sejarah hehe).
Ternyata, sebenernya kalo secara kemampuan, cewek ga kalah kan ama cowok. Bisa jadi raja, bisa memimpin juga, dan yg penting sebenernya pantas untuk memperoleh kesempatan yg sama dengan laki-laki (berdasarkan fakta sejarah yg ku kemukakan dari membaca berbagai sumber).
Terus, kenapa kok Kartini terkenal sebagai pejuang emansipasi ya? padahal di tulisanku sebelumnya, kutulis emansipasi uda terlihat sejak jaman sebelum Kartini ada, yakni waktu jaman Kerajaan Majapahit.
Dari sumber yg kubaca, setelah beratus-ratus tahun pasca-jaman kerajaan Majapahit, Kalingga, masuklah kolonialisme Belanda, sejak itu, perempuan kehilangan haknya dan Kartini adalah sesosok perempuan yang gigih memperjuangkan persamaan hak kaum perempuan. Kartini waktu itu sampai melakukan aksi menggelar korespondensi di negeri orang-orang yg menjajah kita, hal itu diekspose media-media dan buku. Hal itu yg membuat Kartini populer sebagai pencetus emansipasi perempuan di Indonesia. Kalo dulu waktu jaman Majapahit dan Kalingga kan belum ada media massa :-D
Terakhir dariku, seorang perempuan yg ideal, meski memperoleh kesempatan yg sama dan memiliki kemampuan yg sama dengan laki-laki, tidak akan melupakan hakikatnya sebagai seorang perempuan, Ibu bagi anak-anaknya kelak, istri yg mengurus suami dan mengatur rumah tangganya kelak. Jadi, meski emansipasi perempuan itu memiliki eksistensi di masyarakat dan perempuan bisa menjadi pemimpin, mengambil posisi-posisi penting di pemerintahan, di masyarakat, mengenyam pendidikan tinggi sampai S-3, jadi profesor seperti laki-laki, tapi seorang perempuan tetaplah perempuan, bukan laki-laki dan memiliki kewajibannya sebagai seorang perempuan.
Semoga bisa memberikan inspirasi. Selamat Kartini bagi semua perempuan, jangan lupakan jasa seorang R.A. Kartini yg gigih memperjuangkan emansipasi perempuan.
